Minggu, 06 Maret 2011

Disderi 4 lenses 2nd Edition

One thing that i've learned in my second experience with disderi was 'NEVER USE IT INDOOR', unless you have a film with high asa. I knew it when the guy who developed my film told me that. So, i'll show you what it's like if we shoot some picture indoor. Oh yeah, and my second edition caught the moments of Try Out in JCC and the senior's sport practical final test, which was running 2 rounds of soccer field. Enjoy, and feel so very free to comment cause i really need those. And also visit my Flickr, vanda'sterritory danke !









And this is what will happen if you use it indoor


Wanna know why ? Depends on my theory, i guess it really needs purely sunlight, won't be enough if just depending on the indoor light.

Selasa, 25 Januari 2011

Disderi 4 lenses

Huaaa finally, i got the result from my Disderi. It's a Toy Camera, i bought it last December. First try, i took some pictures of Fireworks in new year's eve but apparently, it didn't work. Moreover, i was such a fool by opening the lens door. So, the film was burnt and leak. From 36 films, only 10 succeed. Here they are
















Minggu, 16 Januari 2011

Pasar Tempatnya Setan

Apakah anda bertanya - tanya tentang kebenaran pernyataan saya dari judul di atas ? menurut saya benar, alasannya ? Oke begini ceritanya, tadi siang gue berencana beli sepatu baru buat sekolah besok karena sepatu gue ditinggal di rumah bonyok di Cibinong. Pengen beli sepatu px style yang 35ribuan bertali warna putih. Perjalanan gue dimulai di Tanah Abang, setelah sejaman muter2 bareng nyokap, ga ketemu, adanya ukuran 37, secara gue ukuran 39. Gajadi lah beli, kata abangnya abis diborong ibu - ibu gerak jalan. Sempet nemu yang kualitasnya lebih rendah, tapi gue ga patah semangat buat nyari. Akhirnya gue disuruh beli sendiri aja di Pasar Rumput.

Jadilah gue mampir ke Pasar Rumput sendirian sebelum pulang ke rumah mbah di jl. Anyer. Sampe di sana, gue mulai merambah bagian lapak pelataran pasar soalnya kali aja harganya lebih murah. Sebenernya tempat khusus sepatu ada di lantai 2 tapi gw takut harganya mahal - mahal. Ga nemu di pelataran, terpaksa gue ke lantai 2. Toko pertama, Ibu - ibu yang jual, adanya yang warna item sama yang tanpa tali. Toko ke2, Bapak - bapak yang jual, adanya yang merek sport (apaan tuh ! ketauan lebih abal). Gue tetep ngeyel maunya yang px, si bapak berusaha nyari tapi ga ada juga. Gue mau pergi tapi ga enak, kemudian ada yang mau beli juga, muncullah kesempatan untuk get off, gue beralesan "saya nyari dulu deh pak, makasih ya."

Sebelum gue pergi, si bapak bilang kalo mau beli yang merek sport itu, balik ke bapak itu lagi aja, gue cuma senyum. Kemudian gue mulai menilik tiap toko, ga ketemu juga sepatunya. Yang peling gue sebel, tiap gue merhatiin sepatu yang dipajang di tokonya, si penjaga pasti langsung ngerespon "boleh dee..., boleh neng masuk aja, liat - liat dulu." Annoying banget ga si ! Sayangnya gue terperangkap rayuan manis seorang abang - abang. "Boleh de, liat - liat aja dulu, ga jadi beli gapapa." Segeralah gue minta yang gue pengen. Dia bolak balik nyari, tapi belom klop sama yang gue pengen.

Akhirnya dia juga ngebawain sepatu merek "sport" itu. Entah kenapa gue jadi berkeputusan untuk membeli sepatu itu. Setelah ngepasin di kaki, gue tanya harganya, si abang bilang 59 rb. Oiya, tips buat lo lo pada, kalo kita nanya harga barang ke penjual, terus si penjual ngejawab tanpa ngeliat muka kita, berarti harganya ditinggiin selangit, persis kayak si abang. Gue nawar 30 rb, tapi si abang bilang jangan di bawah 40. Gue nawar 40, eh si abang malah netep di 45 ribu. Gue nawar, maksa - maksa, tetep si abang bilang 45 ribu, katanya ga bisa, udah mahal dari sananya (please jangan percaya).

Harusnya di saat ini gue pake taktik ninggalin toko, tapi dengan bodohnya gue tetep duduk sambil memohon - mohon, "40 aja deeeh... buat anak sekolah nih." Berikut adalah kata - kata yang jangan pernah lo percaya dari para pedagang, "udah dari sononya de", "ga mahal kok ini sama kayak toko yang lain", "ga dimahalin kok ini sama langganan". Hueeeekkkk.... Bastardo ! Semakin bodoh, gue tetep duduk terpaku sementara si abang pergi ngambil kardus sama pasangan sepatunya. Padahal gue bisa aja kabur. Sementara itu ada ibu - ibu sama anaknya mau beli sepatu juga.

Gue udah ngegenggam duit 50 rb di tangan, si abang pun melihat dengan senyum merekah. Mencoba peruntungan, gue nawar lagi jadi 42 ribu, 43 ribu, si abang bilang lagi kalo ini harga langganan sambil minta dukungan si ibu yang mau beli sepatu juga, "iya kan bu ?", si ibunya mah ngangguk - ngangguk ga peduli. Sampai akhirnya gue pun merelakan uang 50 rb itu ditukar dengan 5 rb. Dengan hati kalut, perasaan gue udah campur aduk, mata gue udah mulai panas, udah mau nangis. Gue tarik napas, bakalan konyol banget kalo gue nangis di tempat itu.

Akhirnya gue melangkah pergi setelah menerima kembalian. Gue lewat jalan deket toko si bapak penjual kedua, eh terus dia bilang, "sama aja kan dek ? kalo disini mah 30 ribu, 30 ribu..." Kayaknya si bapak tau transaksi gue dengan si abang, mungkin diceritain sama penjual yang lain, karena cukup lama gue mondar - mandir di situ. Gue hanya bisa membalas dengan senyum walau hati menangis (emang mau nangis si).

Oke, kayaknya gue kualat sama si bapak penjual kedua karena ga balik lagi ke tokonya. Tapi gue berpikir kalo tadi gue beli di toko si bapak, i guess he would had done the same thing. Dimana aja pedagang sama piciknya, ga kayak Nabi Muhammad SAW. Sambil menahan air mata, gue jalan kaki pulang ke rumah mbah. Ga tahan, akhirnya meneteslah bulir - bulir emosi itu, konyol si, nangis gara - gara kalah nawar sama pedagang. Tapi emang itu orang tega banget si.

Yah begitulah pedagang, suka naikin harga seenaknya, tapi nasib kita lebih beruntung dari orang asing. Pernah gue ngobrol sama orang Uganda yang kuliah di IPB, dia mau beli atlas Indonesia di lampu merah, ditawarin sama tukangnya 350 rb ! ckckck... lebay parah, coba kalo temen gw langsung percaya, bikin nasi tumpeng itu penjual buat syukuran dapet rejeki nomplok.

Oke, soal Pasar tempatnya setan, gue pernah denger kalimat ini dari ceramah. Kalau dihubungkan sama pengalaman gue, pasar bikin para pembeli laper mata, jadi pengen beli ini itu. Tadi pas gue di tanah abang, niatnya beli sepatu px, eh malah beli sendal crocs palsu tapi kayak asli harganya 20 rb (sumpah kayak asli). Terus, ngeliat model2 lain jadi tertarik padahal lagi ga perlu. Sementara para penjual, terhasut untuk dagang ga jujur, umbar ini itu lah, naikin harga selangit lah, dsb. Buat mnyamakan pikiran, menurut gue, pasar itu bisa dimana aja asalkan ada penjual dan pembeli, mau mall, supermarket, warung, dll. Jadi berhati - hatilah, jangan berlama - lama di pasar.

Last opinion, kalo belom mahir nawar, jangan coba2 belanja sendirian. Daripada sakit hati terus jadi trauma sama jual beli kayak gue gini. Kalo lo emang mau coba - coba, kuatin mental dulu, jangan gampang tersinggung, jangan gampang kecewa karena hidup ini keras. Tapi sepertinya gue tadi nangis karena mau 'dapet' deh, hormon naik turun, emosinya jadi labil.

Selasa, 23 November 2010

Comparison of Twilight Saga and The Vampire Diaries

Okay... you guys might think that i'm a huge fan of vampire. In fact, i am haha... i'm just just amaze by the mystery of this mystic creature. Most of pople in the world don't believe in this creture. In fact, they are don't eist in this world. God had created enough creature to fill this universe.

First, i woud tell you some story why this creature came and live in the mind of us. Long time ago, when the darkness age with less sufficed medicine, came epidemic disease. The people who got sick but could't be treated well, verdicted to be dead even though they were still alive. And sometimes when they woke up and crwled out from the grave. People would thought that they came back as the other creture who sucked blood called vampire.

In other country with different culture, people there believe in some mystic creature who comes out only at night and sucked blood, for example Chupacabras in Mexico. Okay, enough with this bollocks. You don't have to know much about vampire cause we don't have believe it right ? Now i just wanna tell you about vampire in this age.

Many movies now tell stories about vampire, their similarities, vampire describes as someone pale, extremely gorgeous, mysterious, nightwalkerand ofcourse drinks blood. For example, Twilight Saga and The Vampire Diaries (TV Series). Both are now the most popular vamp things sorround teenager and also True Blood (TV Series).

I love them because they have their own uniqueness. Twilight is some kind of modern idyllic vampire story and vamp diaries like a modern reality historical based vampire story. Similarity ? Handsome vegetarian vamp (ofcourse). In Twilight, there is Edward Cullen while in vamp diaries, they have Stefan Salvatore. Side story ? They have werewolves, nonvegetarian nomad vampire plus tyranic vampire clan named Volturi. While there are witch and two sided vampire brother, Damon Salvatore. Two sided, i mean Damon sometimes could be cruel but in other time he could be a nice helper.

Main character ? There's Bella Swan in Twilight, she's the only child so she doesn't have to put the people around her because of this vampire matter except her parents, Rene and Charlie. But Stephenie had never put Rene or Charlie in a 'real' danger in the story. In vamp diaries, they have Elena, she's an orphanwith one brotehr named, Jeremy. (to be continued ...)

Rabu, 07 Juli 2010

Poster Film

Haaahh... akhirnya bisa juga nulis posting ini. Kali ini gw mau ngebahas tentang poster - poster film dari yang setipe sampe super mirip, dari Indonesia maupun luar negeri. Check this out !

Setipe









Another Type







Plagiator Corner






Dielu - elukan tapi memalukan



Sumpah ! super mirip






Kalo ini si Cinta Setaman lebih duluan. Jadi ???
















Worst ever...

Gue ngepost ini cuma buat nunjukin kalo perfilman di Indonesia kebanyakan jiplak dan kurang ide. Memang ga ada ide murni tetep dengan influence tapi please deh, kenapa harus jiplak ? Shame for us, mau ngomong apa kalo negara kita dibilang plagiator.
Buat pihak - pihak yang merasa terekspos, sorry but i did this so you guys realize your mistake and create a better and more creative idea.
No Offense !

Identity


Selasa lalu gue nonton film di bioskop trans tv sekitar jam 12 malem, judulnya Identity (2003). Film ini super unik dan butuh nalar plus konsentrasi tinggi buat ditonton. Genrenya thriller, yang main yang gue tahu Cuma John Cusack sebagai sopir limusin yang kemaren main di 2012 sama pemeran Stokely di The Faculty, Clea DuVall.

Ceritanya dimulai dari suatu rumah sakit jiwa yang ngadain pengadilan dalam kondisi khusus buat pembunuh psycho yang mengidap multiple personality atau kepribadian ganda bernama Malcolm Rivers (Pruitt Taylor Vince). Abis itu cerita beralih ke sebuah motel di deket Las Vegas dimana satu keluarga terjebak dalam badai dan harus stay di motel itu. Keluarga yang terdiri dari ayah bernama George York, ibu yang bernama Alice York dan anak laki – laki bernama Timmy itu mengalami kecelakaan kecil yang menyebabkan Alice terluka parah.

Sementara itu mereka ditolong oleh seorang sopir limusin, Edward (John Cusack) yang sedang mengantar seorang aktris, Caroline. Larry, si pemilik hotel kemudian menyarankan agar Alice dibawa ke rumah sakit terdekat yang jaraknya sekitar 30 mil dari motel. Akhirnya si sopir limusin yang bernama Edward, pergi ke RS tersebut. Sayangnya di tengah jalan ia terjebak banjir lalu kemudian bertemu pasangan bernama Ginny Isiana (Clea DuVall) dan Lou Isiana (William Lee Scott) di dalam mobil yang juga terjebak banjir. Edward kemudian menumpang bersama mereka untuk kembali ke motel.

Setelah itu datang seorang PSK bernama Paris (Amanda Peet) yang ingin berhenti dari pekerjaannya dan membuka perkebunan jeruk bermaksud untuk menginap di hotel tersebut. Kemudian disusul seorang polisi bernama Rhodes (Ray Liotta) bersama napi pindahan yang kehabisan bensin. Mereka semua pun kemudian menginap di hotel tersebut. Tak lama kemudian, terjadi pembunuhan di hotel tersebut. Pertama si aktris yang kepalanya ditemukan di mesin cuci motel, disusul Lou, suami Ginny. Awalnya dicurigai si pembunuh adalah napi yang dibawa oleh Rhodes. Tapi kemudian ternyata si napi juga dibunuh dengan tongkat bisbol.

Anehnya di setiap penemuan mayat ditemukan kunci kamar motel dengan urutan nomor 10 untuk si aktris, 9 untuk Lou dan 8 untuk si napi. Tak disangka, ditemukan mayat dalam lemari pendingin yang ternyata pemilik motel sebelumnya. Beberapa waktu yang lalu, Larry menemukan si pria sudah mati ketika datang ke motel, namun ia bingung harus melakukan apa sehingga mayatnya disimpan dalam lemari pendingin agar menunggu keluarganya datang tetapi tak pernah ada yang datang melainkan tamu – tamu yang bermaksud menyewa kamar. Jadilah Larry mengambil alih motel tersebut.
Sayangnya tak ada yang percaya dengan cerita Larry sehingga ia dituduh sebagai pembunuh orang – orang tersebut. Larry yang panik kemudian kabur dengan mobil, namun tidak sampai ia keluar dari motel, ia menabrak George. Larry akhirnya diamankan dan kemudian Alice yang terluka parah meninggal. Ginny yang kemudian mengambil peran sebagai pelindung bagi Timmy kemudian kabur membawa Timmy. Namun mobil yang mereka tumpangi meledak sebelum keluar dari motel.

Akhirnya orang – orang yang tersisa hanya tinggal Edward, Rhodes, Paris, dan Larry. Mereka menerka – nerka latar belakang dari pembunuhan ini. Ternyata ulang tahun mereka dan orang – orang yang dibunuh bertanggal sama, yaitu 10 Mei dan mereka memiliki nama depan atau nama belakang yang mirip nama Negara bagian seperti Edward 'Ed' Dakota - Samuel Rhodes - Paris Nevada - George York - Alice York - Timmy York - Larry Washington - Caroline Suzanne - Virginia "Ginny" Isiana - Lou Isiana - Robert Maine. Kecurigaan mulai timbul satu sama lain yang menyebabkan Larry terbunuh.

Tiba tiba scene berganti kembali ke pengadilan Malcolm Rivers, ternyata dalam diri Malcolm terdapat lebih dari 10 karakter berbeda yang ia karang sendiri dan saling membunuh dalam cerita di motel tersebut. Dokter yang menanganinya percaya bahwa tokoh Rhodes lah yang merupakan karakter pembunuh. Dengan kata lain, seluruh kejadian di motel merupakan rekayasa pikiran Malcolm Rivers yang diperintahkan untuk menghilangkan kepribadian pembunuh dalam dirinya. Dalam jalannya sidang seperti melihat seluruh kepribadian Malcolm yang saling membunuh, hal ini untuk membuktikan bahwa sebenarnya raga Malcolm tidak bersalah, tetapi pikiran – pikirannyalah yang berbahaya.

Cerita lalu kembali pada kejadian di motel, Edward dan Rhodes saling menembak hingga keduanya tewas. Hingga tersisa Paris yang akhirnya melanjutkan hidup membuka kebun jeruk atau sama saja seperti karakter Paris lah yang akhirnya dipertahankan Malcolm. Namun unpredictable ending dalam film ini patut diacungi jempol. Ternyata karakter pembunuh sebenarnya adalah Timothy atau Timmy anak dari George dan Caroline. Dialah yang membunuh orang – orang atau kepribadian – kepribadian Malcolm. Di akhir cerita, Paris yang sedang menggali tanah tiba – tiba menemukan kunci motel bernomor 1, kemudian tiba – tiba datang Timmy lalu membunuhnya sebagai wujud dari Malcolm yang mempertahankan karakter Timmy dalam dirinya.

Sumpah film ini keren banget, kalau dibandingin cerita cerita thriller sadistic tipikal yang sering ditonton, mungkin beberapa dari film ini punya akhir yang ga ketebak juga, tapi Identity punya jalan cerita yang super susah ketebak dan the King of Unpredictable Ending. Two Thumbs up for James Mangold as the director and Michael Cooney as the writer.

Rabu, 19 Mei 2010

Halo halo Long time no see

Huwaiiiii... lama banget ga ngeblog. sebenernya banyak banget yang pengen di share tapi .... M.A.L.E.S... hehehe
So, what's really in this year ? maybe i should mention it
- Thomas Uber Cup
- Dian Sastro nikah
- 28 cup
- Blackberry
- Twitter
- Justin Bieber
- Greyson
- SuJu yang ditemani dengan KPops Fever merajalela seantero Indonesia
- Kaskus
- Plurk
- UN (every year kale)
- Kasus Mbah Priok
- Fenomena girlsband Indonesia yang pake nama celana dalem
- makelar kasus dan koruptor
apa lagii yaaa... ? kayaknya segitu aja yang gw inget. Ada yang positf dan negatif, kayak thomas uber cup di KL belom lama ini, emang Indonesia belom bisa ngerebut itu dua supremasi tertingi dalam dunia bulu tangkis. Tapi yang patut diacungi jempol adalah Korea yang berhasil ngerebut Piala uber dari Cina (haha mamam tuh cin !) sayangnya Tim Thomas Indonesia masih belom bisa memboyong kembali Thomas cup. Btw di partai terakhir Thomas, Simon Santoso lawan Chen Jin, bikin rame twitter dengan wasit goblok jadi Trending hahahaha... dasar orang Indonesia. Bahkan Markis Kido dan Simon ikutan jadi trending juga.
Soal Justin Bieber nih, cowok yang umurnya ga jauh dari gue sekarang lagi jadi obrolan hangat selain SuJu. Berawal dari iseng ngeposting coveran lagu dan kemudian jadi youtube sensation. Sekarang udah punya album sendiri. Nah kalo greyson suaranya ga kalah bagus dari JB juga ditambah dengan skill main pianonya yang keren, cowok 13 tahun ini lagi anget juga di youtube & twitter. Mungkin bakalan nyusul JB atau melampaui ? who knows ? yang gw tau segala sesuatu yang instan ga bakal longlasting.
Kalo kaskus, twitter maupun plurk itu situs yang lagi hot sekarang. abis facebook sepi sekarang jadilah beralih ke twiter yang ibarat micro diary. Di twitter kita cuma bisa update status si tapi tetep aja fun.
kayaknya segitu aja yg mw gw bahas, next time dilanjutin lagi.
Buhbye !